Laila Sa'adah

Transform Your Life

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Kecup Hangat Sang Mentari Bromo

Posted by laila sa'adah pada Agustus 25, 2014

Bromo, siapa yang tidak tertarik untuk pergi ke sana. Dari kabar-kabarnya saja seperti negeri di atas awan, cungkup gunungnya tertata apik bersama dengan awan yang menari di sekelilingnya. Yah ternyata setelah saya melihat dengan mata kepala sendiri keindahan itu melebihi dari kabar-kabar yang selama ini terdengar telinga.

Bromo dalam subuh

Sebelum matahari merangkak ke penghujung langit tertinggi, semburat merah seperti pedang menghunus cakrawala di sisi timur. Dingin tak terasa, menunggu sang penghangat pagi tersenyum menyapa pengunjung di puncak pananjakan.

Menunggu sang primadona

Ketika yang ditunggu tiba, pemandangan kawasan Bromo Semeru menjadi lebih sempurna. Tak ingin mata ini melirik yang lain. Kamera dari berbagai sisi tak henti-hentinya menyimpan satu-persatu memori gambar pagi itu. Maha besar Allah yang telah menciptakan keindahan ini semua.

Sayangnya pukul enam pagi kita sudah diinstruksikan oleh pemandu untuk segera turun menuju kawasan gunung Bromo. Tapi jangan lupa sempatkan minum kopi atau sekedar makan jagung bakar sebelum perjalanan dilanjutkan. Sensasi menikmati dingin, pemandangan hijau dan panas kopi itu sungguh luar biasa.

Jalanan curam namun indah

Dari pananjakan jalanan akan terus menurun dan berkelok-kelok menuju kawasan pasir gunung Bromo. Ada beberapa titik yang akan dikunjungi. Biasanya dalam hal ini si sopir Hartop akan menanyakan tujuan mana yang akan kita pilih terlebih dahulu.

Beberapa titik tersebut antara lain:
Padang savanna atau gunung teletabis, dinamakan gunung teletabis karena dari jauh terlihat seperti perbukitan yang ada di film teletabis. Bukit-bukitnya seperti tertutup permadani hijau. Luas, hijau rata tanpa ada satu pohon pun yang menaunginya.

padang savana

Perjalanan dilanjutkan menuju pasir berbisik, kawasan di sini berupa padang pasir yang lebih padat. Masih sangat terlihat jelas, entah itu guratan yang tercipta dari sisa aliran air hujan atau angin. Tetapi menurut saya seperti bekas guratan perjalanan air hujan. Kawasan ini menjadi sangat terkenal karena pernah menjadi lokasi pengambilan film pasir berbisik.

pasir yang tak mampu berbisik

Tak terasa sudah hampir pukul 10 siang. Tujuan terakhir tinggal ke kawah Bromo. Saat sampai di sana dan melihat puncak kawah Bromo, dengan membayangkan harus melewati ratusan anak tangga, rasanya kaki ini sudah lunglai. Capek sudah cukup mendera, belum sinar mentari saat itu terasa kering dan gersang.

guratan pasir "berbisik" Bromo

Bila tidak ingin terlalu capek sebenarnya bisa dengan menyewa kuda, tetapi niat tersebut saya urungkan. Saya lebih memilih duduk-duduk di pura dan melihat kekokohan gunung Batok. Sebenarnya terasa sayang tidak naik ke kawah Bromo, tetapi niat saya memang langsung surut melihat tanjakan yang harus saya lampaui apalagi di siang hari.

Pure Bromo

Dari pengalaman yang saya alami ketika ke sana, saya ingin berbagi beberapa tips bagi teman-teman yang ingin melakukan perjalanan ke gunung Bromo. Antara lain:
1. Bawa perlengkapan pakaian yang siap di udara dingin, seperti jaket, topi yang sampai menutupi telinga, kaus tangan, sepatu olahraga plus kaos kakinya. Tapi andaikan tidak sempat mempersiapkan dari rumah, bisa membeli di lokasi, tapi jangan lupa ditawar ya.

2. Bila akan naik menggunakan Hartop ke pananjakan bisa berangkat lebih awal. Hal ini mengantisipasi bila hari liburan seperti sabtu dan minggu saat pengunjungnya membludak. Hartop yang kita tumpangi bisa mencari tempat parkir yang jauh lebih dekat dengan lokasi, sehingga kita tidak terlalu capek untuk naik sampai puncak pananjakan. Pengalaman dari yang pernah saya alami, Hartop yang saya sewa datangnya terlambat sehingga Hartop kami memperoleh parkir di ujung bawah, jauh dari lokasi. Bukannya hawa dingin yang kami rasakan tetapi gerah kepanasan karena terlalu capek menanjak akibat jaraknya yang terlalu jauh.

hayo mana hartop saya

3. Terkait dengan rute yang kita kelilingi di kawasan gunung Bromo, saran saya dahulukan untuk menuju kawah Bromo, karena bila tujuan ke kawah Bromo diakhirkan, maka sampai sana sudah pasti siang hari. Walaupun di sana siang hari tetap terasa dingin namun, kebulan pasir dari beberapa roda Hartop yang lewat bisa menyurutkan langkah untuk naik ke kawah Bromo, belum lagi jika cuaca cerah sengatan matahari tampak membuat jalanan ke kawah Bromo terasa gersang. Ada pilihan untuk kita tidak perlu melewati ratusan anak tangga ke puncak kawah Bromo yaitu dengan menyewa kuda. Tetapi bagi yang ingin menghemat ongkos dan tetap semangat menuju kawah Bromo, sebaiknya dahulukan tujuan ke kawasan tersebut sebelum menuju padang savanna atau pasir berbisik

menuju kawah Bromo

4. Bagi teman-teman yang memilih berkendara menggunakan sepeda motor untuk mengelilingi kawasan Bromo. Maka jadilah pengemudi yang handal karena kawasannya berpasir. Kedua ingat-ingat rutenya, atau ikuti Hartop yang melintas karena ditakutkan tersesat di area tersebut.

Jangan lupa narsis dulu

Saya masih ingin untuk kembali ke pesona indah Bromo, karena masih ada satu PR yang belum saya kerjakan yaitu melampaui puncak kawah Bromo dengan berjalan kaki. Oke semoga pengalaman saya ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang ingin berkunjung ke Gunung Bromo. Salam traveling….

Iklan

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | 6 Comments »

Satu Jam Menikmati Kopi di Pintu Pendakian

Posted by laila sa'adah pada April 26, 2014

Sebenarnya bukan kali pertama saya menginap di daerah tretes kabupaten Pasuruan. Karena memang ada pekerjaan kantor yang mengharuskan kami bersama teman-teman bermalam di daerah seribu penginapan.

Pagi itu bersama satu teman saya, ingin mencari warung kopi untuk menikmati pagi yang dingin di daerah tretes. Baru beberapa langkah dari hotel terlihat ada sebuah warung yang cukup ramai.

Setelah memesan dua gelas kopi, kami menikmati pemandangan di sekitar warung sederhana tersebut. Tak terasa mata kami berdua tertuju pada sebuah palang yang bertuliskan “Pos Ijin Pendakian.” Dalam hati saya, kenapa baru tau kalau ada pos ijin pendakian gunung Welirang Arjuno di sini.

Memang kami bukan para petualang pendaki puncak gunung. Teman perempuan di sebelah saya adalah penikmat kopi, yang dalam hidupnya belum pernah melakukan pendakian. Saya sendiri mengetahui dunia pendakian hanya dari teman kuliah, sebenarnya sangat menyukai hal-hal yang berbau petualangan termasuk mendaki, tetapi dari beberapa percobaan di beberapa medan yang cukup menanjak seringkali fisik ini tidak bisa diajak kompromi.

Bagi para pecinta alam atau para penadaki mungkin tempat ini sudah tidak asing bagi mereka. Karena gunung Welirang-Arjuno juga memiliki tantangan tersendiri dari gunung-gunung yang lain.

Sebenarnya cukup mudah dan sangat ekonomis untuk menuju tempat ini. Baik menggunakan sarana angkutan umum maupun pribadi. Bila menggunakan angkutan umum, dari arah mana saja anda turun diterminal Pandaan, jalur Malang-Surabaya. Setelah di terminal Pandaan mencari kol , yaitu angkutan umum yang menuju ke arah Tretes. Tinggal menyebutkan lokasi, cukup tujuh ribu rupiah sekitar 15 menit anda sudah diturunkan di depan lokasi.

Sayangnya tempat perijinan pendakian gunung Welirang-Arjuno ini tidak begitu terlihat dari jalan luar, sebab tertutupi oleh warung-warung yang dibangun liar. Sangat disayangkan, seharusnya tempat ini terlihat jelas dari luar, sehingga tempat yang menyimpan potensi wisata ini bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat yang sebelumnya awam dengan dunia pendakian.

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , | 4 Comments »

Pantai Sakera di Pulau Bintan

Posted by laila sa'adah pada April 10, 2014

Hanya terlihat, seperti garis kelok sampai di ujung bukit. Muram pagi itu. Garis laut hampir tak terlihat karena hujan. Pantai Sakera itulah nama pantai yang saya kunjungi kali ini. Letaknya di Pulau Bintan.

Masih pukul sembilan pagi saat saya sampai di sana. Tetapi hujan tiba-tiba turun deras sehingga menyurutkan niat saya untuk berenang di pantai. Saya hanya memilih duduk-duduk di gazebo sekitar pantai sambil menikmati kelapa muda, menunggu hujan reda.

Memang di wilayah ini sering tiba-tiba hujan, dan panas kering. Sering tidak ada tanda-tanda seperti mendung yang diperlihatkan oleh alam. Hal ini tidak aneh bagi masyarakat sekitar karena memang daerahnya hampir sepertiganya merupakan lautan.

Pantai Sakera, yang namanya seperti dari bahasa Madura ini sangat terkenal di wilayah Bintan. Pantainya yang bersih, membuat nyaman bagi keluarga yang menghabiskan akhir pekan di sini. Pasir pantainya tidak terlalu putih atau hitam. Tetapi putih kecoklat-coklatan. Ombaknya rendah dan landai, seperti pantai-pantai di wilayah utara jawa. Sehingga cukup aman untuk berenang.

Pantainya relatif sepi di luar hari libur. Saat kami berkunjung ke sana serasa pantai ini hanya menjadi milik kami, saya suami dan anak saya. Sangat berbeda dengan pantai-pantai di pulau jawa, yang tidak pernah sepi dari pengunjung. Sehingga pantai ini benar-benar memberikan nuansa tenang, bagi pengunjungnya.

Ada beberapa warung penjaja buah kelapa muda yang buka walaupun di luar hari libur. Penjualnya adalah warga lokal, kebanyakan dari suku bugis. Kelapa muda yang ditawarkan juga relatif murah, hanya Rp.5000,- anda sudah bisa menikmati satu buah kelapa muda dan duduk di gazebo sederhana di pinggir pantai. Bila air laut pasang, kita bisa melihat air lautnya sampai di bawah gazebo-gazebo tersebut.

Beberapa perahu nelayan milik warga nampak berlabuh di sekitar pantai. Hanya satu, dua..tak lebih dari lima buah. Sehingga perahu tersebut tak lebih seperti hiasan pantai dari pada, berfungsi untuk melaut mencari ikan.

Bagi anda yang kebetulan pergi ke pulau Batam bisa mampir ke pantai ini. Bila anda dari bandara Hang Nadim Batam bisa naik taksi ke pelabuhan Punggur, kira-kira hanya memakan waktu 45 menit ke pelabuhan ini dg biaya Rp.75.000,-. Setelah itu anda bisa naik speed boat ke P.Bintan dg biaya Rp.35.000,-. Di pelabuhan P.Bintan anda bisa menyewa mobil untuk ke pantai sakera, atau naik ojek yang ada di sana. Hanya 40 menit sudah sampai di pantai sakera, menikmati keheningannya dan kesegaran buah kelapa muda di tengah-tengah semilir ombak pantai.

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , , | 2 Comments »

Saya Mulai Ngeblog

Posted by laila sa'adah pada Juni 28, 2008

Berkali-kali saya masukan nama untuk menjadi user di wordpress akan tetapi tetap saja gagal. Waduh… ternyata susah juga untuk menjadi member di wordpress. untuk mencari nama user saja saya harus berkali-kali mencoba memasukan nama user. Saya rasa untuk bisa memiliki blog itu merupakan perjuangan yang tinggi. Betapa tidak, saya hampir putus asa untuk membuat user yang hanya terdiri dari satu kata. Saya menginginkan satu kata supaya mudah diingat dan berbeda dengan blognya teman-teman yang namanya panjang banget dan sudah diingat….

Alhamdulillah di akhir perjuangan saya menemukan nama user yang masih kosong di wordpress ini. ya http://www.apikdw.wordpress.com saya kira ini adalah nama yang pendek dan mudah diingat oleh siapapun. ini adalah posting pertama saya setelah saya memiliki blog baru. mudah-mudahan dengan membuat blog ini saya bisa terus menulis nantinya. Walaupun tidak pernah bercita-cita menjadi penulis, namun menulis merupakan bagian dari diri saya….

begitu dulu ya……

nanti kita sambung lagi di edisi selanjutnya…..

mungkin karena saya seneng banget nulis cerpen, di sini nanti akan muncul banyak cerpen yang tentunya apikdw….

heee narsis yaaa gak papa yaaaaaaa

Posted in Uncategorized | 3 Comments »