Laila Sa'adah

Transform Your Life

Archive for the ‘Opini’ Category

Mengajarkan Pendidikan Seksual pada Anak?

Posted by laila sa'adah pada April 15, 2014

“….Pelecehan Seks Anak TK…” selasa, 15/4/2014, detik.com. Saya dibuat terperangah dengan berita tersebut. Karena pelecehan tersebut terjadi di sekolahan yang notabenenya termasuk sekolah berstandar internasional. Yakni sekolahan yang banyak diimpikan oleh para orang tua, dengan harapan sang anak memperoleh bimbingan, pengarahan dan perlindungan yang lebih baik dibandingkan dengan sekolah tanpa embel-embel internasional di belakangnya.

Yang ingin saya soroti di sini bukan tentang sekolahan berstandar internasional-nya, namun mengenai terjadinya pelecehan seksual yang terjadi pada anak tersebut.

Pada dasarnya pelecehan seksual pada anak-anak bisa terjadi di mana pun dia berada. Bisa di lingkungan sekitar rumah kita, di sekolah maupun di dalam ranah paling kecil dan seharusnya menjadi tempat paling aman yaitu keluarga.

Kenapa saya gambarkan demikian, karena anak-anak adalah obyek yang paling mudah untuk dimanfaatkan oleh pihak mana pun.
Bila melihat sangat rentannya anak-anak menjadi obyek pelecehan seksual, pertanyaan yang kemudian muncul bagaimana kita sebagai orang tua bisa menghindari kemungkinan terburuk ini agar tidak sampai terjadi pada anak-anak kita?

Tentunya untuk mengambil langkah yang preventif, kita sebagai orang tua tidak cukup hanya membentengi anak-anak kita pada institusi-institusi yang menurut kita paling aman sebagai lingkungan mereka. Seperti sekolahan yang mahal, tidak membolehkan anak-anak kita bermain di tempat tetangga, atau membatasi gerak anak-anak kita.

Tetapi lebih pada memikirkan bagaimana caranya anak kita bisa memiliki kesadaran bahwa setiap tindakan yang mengarah pada hal di atas, sang anak bisa mengetahui bahwa tindakan itu merupakan tindakan yang membahayakan dirinya.

Memberikan pendidikan seksual yang menurut saya bisa menjawab pertanyaan di atas. Memang selama ini pendidikan seksual pada anak-anak masih dipandang negatif bagi sebagian besar orang tua, karena membicarakan seputar seksual masih dianggap tabu.

Padahal pendidikan seksual pada anak-anak adalah menggaris bawahi pentingnya mengetahui fungsi pembentukan indentitas seksual pada anak-anak. Seperti kalau pada anak wanita mempunyai organ reproduksi berupa vagina, sedangkan laki-laki adalah penis. Yang mana keduanya adalah hal yang harus dijaga, merupakan hal yang istimewa sehingga tidak semua orang bisa menyentuh pada area tersebut, kecuali untuk kejadian tertentu seperti pemeriksaan oleh dokter.

Pengertian-pengertian seperti inilah yang saya rasa sangat penting diajarkan pada anak-anak kita. Bagaimana dia harus bisa menjaga area-area tertentu yang ada pada tubuhnya dari ancaman orang lain. Sehingga bila sampai kemungkinan terburuk ini terjadi, sang anak bisa langsung mengadu dan menceritakan pada orang tua atau gurunya. Tanpa rasa malu atau takut karena sebelumnya orang tua atau orang terdekat si anak sudah bersikap terbuka mengenai hal-hal seperti ini. Dan dapat segera diketahui oleh orang tua, saat ada hal seperti ini yang mengancam anaknya.

Semoga sedikit ulasan di atas bisa memberikan gambaran mengenai pentingnya mengajarkan pendidikan seksual pada anak. Dan bagi orang tua yang masih menganggap pendidikan seksual itu tabu diajarkan, bisa lebih terbuka.

Posted in Opini | Dengan kaitkata: , , , | 4 Comments »

Menjaga Alam Dengan Masyarakat Adat

Posted by laila sa'adah pada Juli 7, 2008

Oleh: Laila Sa’adah

DALAM berbagai buku sejarah seringkali Cristoper Colombus disebut sebagai bapak penemu benua Amerika, digambarkan bahwa dialah yang mulai menginjakkan kaki disana, banyak yang beranggapan bahwa pulau itu kosong dan tidak berpenghuni, sampai kemudian Cristoper Columbus datang. Pertanyaannya kemudian dari mana orang Indian itu muncul? Apakah mereka muncul setelah Cristoper Colombus mendarat disana? Saya kira pertanyaan itu tidak perlu kita jawab, sudah pasti orang-orang Indian adalah komunitas yang memang lebih dulu menempati benua tersebut. Sebagai penduduk lokal memang seringkali keberadaan mereka disingkirkan atau dihapuskan. Baca entri selengkapnya »

Posted in Opini | 3 Comments »

Ujian Nasional dan Tujuan Pendidikan

Posted by laila sa'adah pada Juli 7, 2008

Oleh: U. Laila Sa’adah.

Kamis, 27 Maret 2008 SINDO memuat ulasan mengenai uji coba UN (Ujian Nasional) yang hasilnya jeblok. Walapun uji coba tersebut hanya dalam kawasan daerah Surabaya namun nampaknya sudah cukup mewakili keluhan akan kebijakan UN terbaru yang menambah jumlah mata pelajaran yang diujikan. Dari data Dinas Pendidikan Surabaya menunjukkan bahwa 71,03% siswa SMA bidang IPA gagal dalam uji coba, kemudian 1.813 siswa bidang IPS diantaranya tidak lulus, dan bidang bahasa dari 117 siswa, 56 diantaranya dinyatakan gagal. Baca entri selengkapnya »

Posted in Opini | 5 Comments »

Pembelajaran Interaksi Sosial dalam “Full Day School”

Posted by laila sa'adah pada Juli 7, 2008

Urin Laila Sa’adah
Maraknya full day school yang sampai saat ini  mewarnai nuansa dunia pendidikan kita kelihatanya memang mulai diminati oleh masyarakat terutama dari kalangan ekonomi menengah keatas.

Full day school pada saat ini memang dinilai cukup memberi alternative bagi beberapa pihak antara lain pertama bagi kalangan orang tua khususnya bagi mereka yang sibuk dengan pekerjaan, yang mana akan memudahkan control atas anak-anak mereka, kedua kekhawatiran akan pengaruh dari aspek lingkungan seperti pergaulan bebas, tawuran antar siswa, penggunaan obat-obat terlarang dll. Ketiga dari pihak guru lebih bisa mengetahui proses pembelajaran pada siswa mereka. Baca entri selengkapnya »

Posted in Opini | 1 Comment »