Laila Sa'adah

Transform Your Life

Archive for April, 2014

Satu Jam Menikmati Kopi di Pintu Pendakian

Posted by laila sa'adah pada April 26, 2014

Sebenarnya bukan kali pertama saya menginap di daerah tretes kabupaten Pasuruan. Karena memang ada pekerjaan kantor yang mengharuskan kami bersama teman-teman bermalam di daerah seribu penginapan.

Pagi itu bersama satu teman saya, ingin mencari warung kopi untuk menikmati pagi yang dingin di daerah tretes. Baru beberapa langkah dari hotel terlihat ada sebuah warung yang cukup ramai.

Setelah memesan dua gelas kopi, kami menikmati pemandangan di sekitar warung sederhana tersebut. Tak terasa mata kami berdua tertuju pada sebuah palang yang bertuliskan “Pos Ijin Pendakian.” Dalam hati saya, kenapa baru tau kalau ada pos ijin pendakian gunung Welirang Arjuno di sini.

Memang kami bukan para petualang pendaki puncak gunung. Teman perempuan di sebelah saya adalah penikmat kopi, yang dalam hidupnya belum pernah melakukan pendakian. Saya sendiri mengetahui dunia pendakian hanya dari teman kuliah, sebenarnya sangat menyukai hal-hal yang berbau petualangan termasuk mendaki, tetapi dari beberapa percobaan di beberapa medan yang cukup menanjak seringkali fisik ini tidak bisa diajak kompromi.

Bagi para pecinta alam atau para penadaki mungkin tempat ini sudah tidak asing bagi mereka. Karena gunung Welirang-Arjuno juga memiliki tantangan tersendiri dari gunung-gunung yang lain.

Sebenarnya cukup mudah dan sangat ekonomis untuk menuju tempat ini. Baik menggunakan sarana angkutan umum maupun pribadi. Bila menggunakan angkutan umum, dari arah mana saja anda turun diterminal Pandaan, jalur Malang-Surabaya. Setelah di terminal Pandaan mencari kol , yaitu angkutan umum yang menuju ke arah Tretes. Tinggal menyebutkan lokasi, cukup tujuh ribu rupiah sekitar 15 menit anda sudah diturunkan di depan lokasi.

Sayangnya tempat perijinan pendakian gunung Welirang-Arjuno ini tidak begitu terlihat dari jalan luar, sebab tertutupi oleh warung-warung yang dibangun liar. Sangat disayangkan, seharusnya tempat ini terlihat jelas dari luar, sehingga tempat yang menyimpan potensi wisata ini bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat yang sebelumnya awam dengan dunia pendakian.

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , | 4 Comments »

Mengajarkan Pendidikan Seksual pada Anak?

Posted by laila sa'adah pada April 15, 2014

“….Pelecehan Seks Anak TK…” selasa, 15/4/2014, detik.com. Saya dibuat terperangah dengan berita tersebut. Karena pelecehan tersebut terjadi di sekolahan yang notabenenya termasuk sekolah berstandar internasional. Yakni sekolahan yang banyak diimpikan oleh para orang tua, dengan harapan sang anak memperoleh bimbingan, pengarahan dan perlindungan yang lebih baik dibandingkan dengan sekolah tanpa embel-embel internasional di belakangnya.

Yang ingin saya soroti di sini bukan tentang sekolahan berstandar internasional-nya, namun mengenai terjadinya pelecehan seksual yang terjadi pada anak tersebut.

Pada dasarnya pelecehan seksual pada anak-anak bisa terjadi di mana pun dia berada. Bisa di lingkungan sekitar rumah kita, di sekolah maupun di dalam ranah paling kecil dan seharusnya menjadi tempat paling aman yaitu keluarga.

Kenapa saya gambarkan demikian, karena anak-anak adalah obyek yang paling mudah untuk dimanfaatkan oleh pihak mana pun.
Bila melihat sangat rentannya anak-anak menjadi obyek pelecehan seksual, pertanyaan yang kemudian muncul bagaimana kita sebagai orang tua bisa menghindari kemungkinan terburuk ini agar tidak sampai terjadi pada anak-anak kita?

Tentunya untuk mengambil langkah yang preventif, kita sebagai orang tua tidak cukup hanya membentengi anak-anak kita pada institusi-institusi yang menurut kita paling aman sebagai lingkungan mereka. Seperti sekolahan yang mahal, tidak membolehkan anak-anak kita bermain di tempat tetangga, atau membatasi gerak anak-anak kita.

Tetapi lebih pada memikirkan bagaimana caranya anak kita bisa memiliki kesadaran bahwa setiap tindakan yang mengarah pada hal di atas, sang anak bisa mengetahui bahwa tindakan itu merupakan tindakan yang membahayakan dirinya.

Memberikan pendidikan seksual yang menurut saya bisa menjawab pertanyaan di atas. Memang selama ini pendidikan seksual pada anak-anak masih dipandang negatif bagi sebagian besar orang tua, karena membicarakan seputar seksual masih dianggap tabu.

Padahal pendidikan seksual pada anak-anak adalah menggaris bawahi pentingnya mengetahui fungsi pembentukan indentitas seksual pada anak-anak. Seperti kalau pada anak wanita mempunyai organ reproduksi berupa vagina, sedangkan laki-laki adalah penis. Yang mana keduanya adalah hal yang harus dijaga, merupakan hal yang istimewa sehingga tidak semua orang bisa menyentuh pada area tersebut, kecuali untuk kejadian tertentu seperti pemeriksaan oleh dokter.

Pengertian-pengertian seperti inilah yang saya rasa sangat penting diajarkan pada anak-anak kita. Bagaimana dia harus bisa menjaga area-area tertentu yang ada pada tubuhnya dari ancaman orang lain. Sehingga bila sampai kemungkinan terburuk ini terjadi, sang anak bisa langsung mengadu dan menceritakan pada orang tua atau gurunya. Tanpa rasa malu atau takut karena sebelumnya orang tua atau orang terdekat si anak sudah bersikap terbuka mengenai hal-hal seperti ini. Dan dapat segera diketahui oleh orang tua, saat ada hal seperti ini yang mengancam anaknya.

Semoga sedikit ulasan di atas bisa memberikan gambaran mengenai pentingnya mengajarkan pendidikan seksual pada anak. Dan bagi orang tua yang masih menganggap pendidikan seksual itu tabu diajarkan, bisa lebih terbuka.

Posted in Opini | Dengan kaitkata: , , , | 4 Comments »

Pantai Sakera di Pulau Bintan

Posted by laila sa'adah pada April 10, 2014

Hanya terlihat, seperti garis kelok sampai di ujung bukit. Muram pagi itu. Garis laut hampir tak terlihat karena hujan. Pantai Sakera itulah nama pantai yang saya kunjungi kali ini. Letaknya di Pulau Bintan.

Masih pukul sembilan pagi saat saya sampai di sana. Tetapi hujan tiba-tiba turun deras sehingga menyurutkan niat saya untuk berenang di pantai. Saya hanya memilih duduk-duduk di gazebo sekitar pantai sambil menikmati kelapa muda, menunggu hujan reda.

Memang di wilayah ini sering tiba-tiba hujan, dan panas kering. Sering tidak ada tanda-tanda seperti mendung yang diperlihatkan oleh alam. Hal ini tidak aneh bagi masyarakat sekitar karena memang daerahnya hampir sepertiganya merupakan lautan.

Pantai Sakera, yang namanya seperti dari bahasa Madura ini sangat terkenal di wilayah Bintan. Pantainya yang bersih, membuat nyaman bagi keluarga yang menghabiskan akhir pekan di sini. Pasir pantainya tidak terlalu putih atau hitam. Tetapi putih kecoklat-coklatan. Ombaknya rendah dan landai, seperti pantai-pantai di wilayah utara jawa. Sehingga cukup aman untuk berenang.

Pantainya relatif sepi di luar hari libur. Saat kami berkunjung ke sana serasa pantai ini hanya menjadi milik kami, saya suami dan anak saya. Sangat berbeda dengan pantai-pantai di pulau jawa, yang tidak pernah sepi dari pengunjung. Sehingga pantai ini benar-benar memberikan nuansa tenang, bagi pengunjungnya.

Ada beberapa warung penjaja buah kelapa muda yang buka walaupun di luar hari libur. Penjualnya adalah warga lokal, kebanyakan dari suku bugis. Kelapa muda yang ditawarkan juga relatif murah, hanya Rp.5000,- anda sudah bisa menikmati satu buah kelapa muda dan duduk di gazebo sederhana di pinggir pantai. Bila air laut pasang, kita bisa melihat air lautnya sampai di bawah gazebo-gazebo tersebut.

Beberapa perahu nelayan milik warga nampak berlabuh di sekitar pantai. Hanya satu, dua..tak lebih dari lima buah. Sehingga perahu tersebut tak lebih seperti hiasan pantai dari pada, berfungsi untuk melaut mencari ikan.

Bagi anda yang kebetulan pergi ke pulau Batam bisa mampir ke pantai ini. Bila anda dari bandara Hang Nadim Batam bisa naik taksi ke pelabuhan Punggur, kira-kira hanya memakan waktu 45 menit ke pelabuhan ini dg biaya Rp.75.000,-. Setelah itu anda bisa naik speed boat ke P.Bintan dg biaya Rp.35.000,-. Di pelabuhan P.Bintan anda bisa menyewa mobil untuk ke pantai sakera, atau naik ojek yang ada di sana. Hanya 40 menit sudah sampai di pantai sakera, menikmati keheningannya dan kesegaran buah kelapa muda di tengah-tengah semilir ombak pantai.

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , , | 2 Comments »