Laila Sa'adah

Transform Your Life

Kereta Api Ekonomi yang Mulai Bersolek

Posted by laila sa'adah pada September 30, 2014

Naik kerete api tut..tut..tuuuuut….

Beberapa minggu yang lalu saya memutuskan untuk pulang kampung ke Kediri dengan naik kereta api. Biasanya saya kalau pulang sendiri tidak bersama suami cukup memesan travel. Namun kali ini saya teramat ingin membuktikan cerita dari teman-teman kalau kereta ekonomi sekarang sudah berbeda dengan dulu. Sekarang sudah lebih tertata dan berbenah.

Di mulai dari pemesanan tiket, tiket dilayani secara online di stasiun terdekat dengan mempertimbangkan kuota penumpang. Bila kuota kursi sudah penuh maka ditiket anda akan tertera “Ekonomi/Tanpa Tempat Duduk. “ jangan khawatir jika tiket anda tertera tulisan tersebut, dari pengalaman saya sendiri, saya masih bisa duduk walaupun kadangkala harus berpindah-pindah kursi. Tapi nampaknya memang sudah diprediksi oleh petugas KA, sehingga penumpang tidak ada yang sampai berdiri dan membuat kesan lorong kereta terlihat penuh.

Kereta ekonomi dari Kediri-Malang atau sebaliknya, dari dulu sudah menjadi langganan saya sejak kuliah di tahun 2004 sampai 2008. Selain karena harga tiketnya yang murah, juga dengan alasan saya bisa membawa barang bawaan yang cukup banyak. Maklum untuk menghemat uang jajan, membawa bekal makanan dan kebutuhan pokok dari rumah.

Pilihan untuk naik kereta, saat itu juga harus menerima konsekuensi lain, seperti siap berdiri, kecopetan kalau sampai kita lengah. Berdesak-desakan saat kereta penuh, menahan udara yang pengap dan panas, bau pesing toilet, ricuhnya pedagang asongan. Dan tak lupa membawa uang receh untuk pengamen.

Lain dulu lain sekarang itu nampaknya ungkapan yang pas untuk menceritakan pengalaman saya kali ini. Dengan hanya membayar tiket kereta 10.000,- rupiah, dengan perbandingan jika naik bus ekonomi Malang-Kediri sebesar 18.000,- rupiah, maka dengan fasilitas kereta ber-pendingin ruangan, toilet yang bersih, ada security-nya. Tentunya pilihan menggunakan transportasi kereta api menjadi lebih nyaman.

Jangan khawatir bila dalam perjalanan baterai hand phone anda habis, ada stop kontak pada tiap sisi baris kursi di bawah jendela. Sehingga gadget anda bisa menemani sepanjang perjalanan tanpa takut kehabisan baterai.

Setiap beberapa jam sekali juga ada Tim kebersihan yang siap membersihkan kereta jikalau ada sampah yang tercecer, walau pun sebenarnya sudah disediakan tempat sampah di setiap ujung gerbong kereta api.

Yang paling penting jika anda ingin naik kereta api siapkan dulu KTP, karena seperti pesawat terbang ada boarding pass, maka di kereta api ekonomi juga ada, sebelum masuk stasiun terutama di stasiun-stasiun besar akan dicek dulu karcis dan KTP anda.

Saran buat PT KAI, kedepannya perbanyak lagi gerbongnya ya, biar peminat setia penumpang kereta api ekonomi bisa terangkut semua. Kedua kami calon penumpang bisa bayar dan pesan online dari mana pun, tidak perlu harus pergi ke stasiun untuk mendapatkan tiket. Ketiga tambah tingkat kecepatan kereta apinya dong, ingat waktu adalah uang, karena itu menjadi sangat berharga. Lebih sip lagi kepala lokomotifnya diganti dengan yang lebih keren, sehinga bisa lebih cepet seperti kereta di negara tetangga yang lebih maju.

Untuk teman-teman yang ingin naik kereta ekonomi antar kota lokal, ada beberapa tips nih, antara lain beli tiketnya jauh hari sebelum pemberangkatan, jangan lupa bawa makanan, camilan dan air minum karena tidak ada penjual asongan, atau hanya bisa beli di kantin kereta.

Terakhir walau pun sudah terlambat, kemarin di tanggal 28 september saya ucapkan selamat ulang tahun PT KAI semoga bisa terus berbenah dan memberikan layanan yang terbaik untuk rakyat Indonesia.

 

Posted in Jalan-Jalan | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Rafting di Sungai Pakelan

Posted by laila sa'adah pada September 3, 2014

Rafting sangat berbahaya, karena bisa membuat ketagihan”

Kenangan rafting beberapa bulan yang lalu rasanya sungguh sangat disayangkan bila tidak diceritakan. Keseruannya masih sangat terasa saat saya melihat foto-foto itu kembali.

Tempat rafting saya bersama teman-teman di awal maret tahun 2014 ini terletak di Songa Adventure yaitu di Kabupaten Probolinggo, desa Ranu Gedang, kecamatan Tiris. Kawasan rafting ini digadang-gadang sebagai tempat rafting paling indah di Jawa Timur menurut beberapa orang yang menggandrungi olah raga ini. Banyak foto artis kenamaan Ibu Kota yang terpajang di ruang resepsionis. Foto itu menunjukkan kalau mereka sudah pernah berkunjung dan bermain rafting di tempat ini.

Perjalanan menuju lokasi rafting dari base camp Songa, di sepanjang jalan akan disuguhi nuansa pedesaan. Jalanan yang hampir di dominasi pohon buah-buahan lokal seperti pohon alpukat, pisang, dan mangga. Jalanan yang menanjak dan aspal yang tidak rata membuat perjalanan sedikit tidak nyaman karena alat transportasi yang kami gunakan adalah pick up (transportasi yang telah disediakan pihak Songa). Sambil berdiri dan diisi oleh beberapa orang. Kadangkala ketika jalanan naik dan kita tidak menyadarinya maka hati-hati akan terjatuh, atau menimpa teman yang lain. Perjalanan yang seru.

Setelah sampai beberapa kilo mater kita diturunkan di tanah lapang. Setelah itu kita akan berjalan kaki. Berjalan kaki melewati jalan setapak, menurun dan penuh rerumputan disepanjang jalan. Jalanan setapak tersebut menembus ladang-ladang, pohon perkebuan dan batu-batu kecil jalanan yang terkadang terasa tajam jika kita tidak mengenakan alas kaki.

Rute rafting yang ditempuh, melewati beberapa air terjun, salah satunya bernama air terjun Angin-Angin. Air terjunnya deras, luas dan jernih, apalagi saat merasakan sensasi siraman air terjunnya langsung, dijamin seru abis. Sensasi ber-arung jeram melewati langsung beberapa air terjun. Dijamin pikiran-pikiran penat dari rumah langsung hilang saat kita rafting.

Derasnya aliran sungai dan batu-batuan besar memang di awal-awal bisa menciutkan nyali kita saat memulai rafting. Tapi yakinlah olah raga ini aman, karena sudah ada standart pengamanannya, seperti helm, pelampung, perahu karet yang lentur dan tentunya ada beberapa tim rescue . Tim ini nantinya selalu mengikuti perjalanan rafting kita. Ada beberapa titik rafting yang dianggap membahayakan peserta, maka tim ini sudah menunggu pada titik-titik tersebut.

Sebenarnya dari pengalaman saya saat rafting, jika perahu karet yang kita tumpangi terbalik, atau berjalan mundur saat melalui jeram maka sensasi yang terasa akan lebih tak terlupakan. Sampai saat ini masih teringat keseruannya saat saya kecemplung ke dalam sungai, padahal saya tidak bisa berenang.

Yang terpenting jangan panik saat kita tenggelam, biar pelampung yang ada ditubuh kita bisa berfungsi. Karena kata guidenya kalau kita tenggelam dan panik maka pelampung yang kita pakai tidak bisa berfungsi dengan baik, so tetap tenang sehingga tubuh kita bisa mengapung dengan baik.

Sungai Pakelan dari mata air gunung Argopuro dan gunung Lamongan, siap memanjakan mata dengan kejernihan dan kekuatan airnya. Tidak ada salahnya menguji kekompakan, mengasah adrenalin dan semangat, bersama keluarga atau teman sejawat di akhir pekan dengan ber-arung jeram.

Jangan khawatir bagi yang berdomisili jauh dari Kabupaten Probolinggo, di kawasan ini menyediakan lokasi untuk menginap. Penginapan dari bambu, dipinggir aliran sungai. Dijamin menambah indahnya pengalaman rafting anda. Selamat mencoba…

Posted in Jalan-Jalan | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , | 2 Comments »

Terjalinnya Keakraban Di Bawah Pohon Kebun Raya Purwodadi

Posted by laila sa'adah pada Agustus 29, 2014

Kebun Raya Purwodadi

Acara HBH dengan warga perumahan saya tahun ini, terasa sangat berbeda, biasanya kami hanya berkumpul di Masjid, mendengarkan ceramah kemudian bersalam-salaman. Atau kemudian berkumpul di perempatan, potong tumpeng dan bersalam-salaman.

Waktu yang hampir bersamaan antara hari raya Idul Fitri dan HUT kemerdekaan RI, menjadikan bulan Agustus tahun ini terasa lebih semarak. Seperti HBH dengan warga di perumahan saya, perayaannya dijadikan satu dengan peringatan kemerdekaan HUT RI.

Kebun raya Purwodadi kabupaten Pasuruan, akhirnya dipilih sebagi lokasi untuk merayakan kedua peringatan tersebut. Lokasinya yang luas, sejuk, dikelilingi beberapa ratus pohon besar dan dialasi rerumputan hijau, beberapa kupu-kupu kecil terbang bebas, seperti tidak ada ketakutan akan orang-orang yang menikmati keindahan di sekelilingnya.

Menikmati semilir angin yang menjatuhkan beberapa daun kering. Meminjam sepeda pancal dan mengitari beberapa rute jalanan yang rindang.

Lokasi ini relative sepi sebagai tempat pariwisata. Karena memang wahana yang tersedia sangat minim. Namun bagi keluarga yang ingin menikmati keakraban berbincang-bincang, sambil menggelar alas di atas rumput menjadi sangat pas.

Hanya ada beberapa wahana yang tersedia selain peminjaman sepeda pancal, yaitu ada taman buatan, kolam renang anak-anak dan beberapa kolam ikan yang luas dengan beberapa perahu pancal. Namun sayangnya memang beberapa wahana tersebut terkesan setengah-setangah dalam pembangunannya, karena tidak diimbangi dengan perawatan yang baik.

Tetapi mungkin yang ingin ditonjolkan di kebun raya Purwodadi ini memang lebih pada kealamian pepohonan-pepohonan besarnya, dari pada sekedar menonjolkan wahana yang lain.

Kembali ke acara HBH warga perumahan Tunjung Sekar Damai RT 09. Keakraban antar warga dengan suasana kekeluargaan, yang sebelumnya dibayangkan oleh panitia benar-benar bisa tercipta di tempat ini. Suasananya yang sejuk dan tenang menjadikan warga terlihat betah berlama-lama di tempat ini.

Setelah acara pembagian hadiah dari lomba-lomba peringatan agustusan, acara dilanjutkan dengan permainan Outbond. Lokasinya yang luas menjadikan kami lebih leluasa untuk ber-Outbond-ria.

Bagaimana kira-kira pengemasan acara HBH teman-teman dengan warga di tahun mendatang? Bagi yang tinggal di sekitar daerah kebun raya Purwodadi seperti Malang, Pasuruan, Sidoarjo semoga tempat ini bisa menjadi salah satu inspirasi.

Posted in Jalan-Jalan | Dengan kaitkata: , , , , , , , | Leave a Comment »

Kecup Hangat Sang Mentari Bromo

Posted by laila sa'adah pada Agustus 25, 2014

Bromo, siapa yang tidak tertarik untuk pergi ke sana. Dari kabar-kabarnya saja seperti negeri di atas awan, cungkup gunungnya tertata apik bersama dengan awan yang menari di sekelilingnya. Yah ternyata setelah saya melihat dengan mata kepala sendiri keindahan itu melebihi dari kabar-kabar yang selama ini terdengar telinga.

Bromo dalam subuh

Sebelum matahari merangkak ke penghujung langit tertinggi, semburat merah seperti pedang menghunus cakrawala di sisi timur. Dingin tak terasa, menunggu sang penghangat pagi tersenyum menyapa pengunjung di puncak pananjakan.

Menunggu sang primadona

Ketika yang ditunggu tiba, pemandangan kawasan Bromo Semeru menjadi lebih sempurna. Tak ingin mata ini melirik yang lain. Kamera dari berbagai sisi tak henti-hentinya menyimpan satu-persatu memori gambar pagi itu. Maha besar Allah yang telah menciptakan keindahan ini semua.

Sayangnya pukul enam pagi kita sudah diinstruksikan oleh pemandu untuk segera turun menuju kawasan gunung Bromo. Tapi jangan lupa sempatkan minum kopi atau sekedar makan jagung bakar sebelum perjalanan dilanjutkan. Sensasi menikmati dingin, pemandangan hijau dan panas kopi itu sungguh luar biasa.

Jalanan curam namun indah

Dari pananjakan jalanan akan terus menurun dan berkelok-kelok menuju kawasan pasir gunung Bromo. Ada beberapa titik yang akan dikunjungi. Biasanya dalam hal ini si sopir Hartop akan menanyakan tujuan mana yang akan kita pilih terlebih dahulu.

Beberapa titik tersebut antara lain:
Padang savanna atau gunung teletabis, dinamakan gunung teletabis karena dari jauh terlihat seperti perbukitan yang ada di film teletabis. Bukit-bukitnya seperti tertutup permadani hijau. Luas, hijau rata tanpa ada satu pohon pun yang menaunginya.

padang savana

Perjalanan dilanjutkan menuju pasir berbisik, kawasan di sini berupa padang pasir yang lebih padat. Masih sangat terlihat jelas, entah itu guratan yang tercipta dari sisa aliran air hujan atau angin. Tetapi menurut saya seperti bekas guratan perjalanan air hujan. Kawasan ini menjadi sangat terkenal karena pernah menjadi lokasi pengambilan film pasir berbisik.

pasir yang tak mampu berbisik

Tak terasa sudah hampir pukul 10 siang. Tujuan terakhir tinggal ke kawah Bromo. Saat sampai di sana dan melihat puncak kawah Bromo, dengan membayangkan harus melewati ratusan anak tangga, rasanya kaki ini sudah lunglai. Capek sudah cukup mendera, belum sinar mentari saat itu terasa kering dan gersang.

guratan pasir "berbisik" Bromo

Bila tidak ingin terlalu capek sebenarnya bisa dengan menyewa kuda, tetapi niat tersebut saya urungkan. Saya lebih memilih duduk-duduk di pura dan melihat kekokohan gunung Batok. Sebenarnya terasa sayang tidak naik ke kawah Bromo, tetapi niat saya memang langsung surut melihat tanjakan yang harus saya lampaui apalagi di siang hari.

Pure Bromo

Dari pengalaman yang saya alami ketika ke sana, saya ingin berbagi beberapa tips bagi teman-teman yang ingin melakukan perjalanan ke gunung Bromo. Antara lain:
1. Bawa perlengkapan pakaian yang siap di udara dingin, seperti jaket, topi yang sampai menutupi telinga, kaus tangan, sepatu olahraga plus kaos kakinya. Tapi andaikan tidak sempat mempersiapkan dari rumah, bisa membeli di lokasi, tapi jangan lupa ditawar ya.

2. Bila akan naik menggunakan Hartop ke pananjakan bisa berangkat lebih awal. Hal ini mengantisipasi bila hari liburan seperti sabtu dan minggu saat pengunjungnya membludak. Hartop yang kita tumpangi bisa mencari tempat parkir yang jauh lebih dekat dengan lokasi, sehingga kita tidak terlalu capek untuk naik sampai puncak pananjakan. Pengalaman dari yang pernah saya alami, Hartop yang saya sewa datangnya terlambat sehingga Hartop kami memperoleh parkir di ujung bawah, jauh dari lokasi. Bukannya hawa dingin yang kami rasakan tetapi gerah kepanasan karena terlalu capek menanjak akibat jaraknya yang terlalu jauh.

hayo mana hartop saya

3. Terkait dengan rute yang kita kelilingi di kawasan gunung Bromo, saran saya dahulukan untuk menuju kawah Bromo, karena bila tujuan ke kawah Bromo diakhirkan, maka sampai sana sudah pasti siang hari. Walaupun di sana siang hari tetap terasa dingin namun, kebulan pasir dari beberapa roda Hartop yang lewat bisa menyurutkan langkah untuk naik ke kawah Bromo, belum lagi jika cuaca cerah sengatan matahari tampak membuat jalanan ke kawah Bromo terasa gersang. Ada pilihan untuk kita tidak perlu melewati ratusan anak tangga ke puncak kawah Bromo yaitu dengan menyewa kuda. Tetapi bagi yang ingin menghemat ongkos dan tetap semangat menuju kawah Bromo, sebaiknya dahulukan tujuan ke kawasan tersebut sebelum menuju padang savanna atau pasir berbisik

menuju kawah Bromo

4. Bagi teman-teman yang memilih berkendara menggunakan sepeda motor untuk mengelilingi kawasan Bromo. Maka jadilah pengemudi yang handal karena kawasannya berpasir. Kedua ingat-ingat rutenya, atau ikuti Hartop yang melintas karena ditakutkan tersesat di area tersebut.

Jangan lupa narsis dulu

Saya masih ingin untuk kembali ke pesona indah Bromo, karena masih ada satu PR yang belum saya kerjakan yaitu melampaui puncak kawah Bromo dengan berjalan kaki. Oke semoga pengalaman saya ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang ingin berkunjung ke Gunung Bromo. Salam traveling….

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | 6 Comments »

Satu Jam Menikmati Kopi di Pintu Pendakian

Posted by laila sa'adah pada April 26, 2014

Sebenarnya bukan kali pertama saya menginap di daerah tretes kabupaten Pasuruan. Karena memang ada pekerjaan kantor yang mengharuskan kami bersama teman-teman bermalam di daerah seribu penginapan.

Pagi itu bersama satu teman saya, ingin mencari warung kopi untuk menikmati pagi yang dingin di daerah tretes. Baru beberapa langkah dari hotel terlihat ada sebuah warung yang cukup ramai.

Setelah memesan dua gelas kopi, kami menikmati pemandangan di sekitar warung sederhana tersebut. Tak terasa mata kami berdua tertuju pada sebuah palang yang bertuliskan “Pos Ijin Pendakian.” Dalam hati saya, kenapa baru tau kalau ada pos ijin pendakian gunung Welirang Arjuno di sini.

Memang kami bukan para petualang pendaki puncak gunung. Teman perempuan di sebelah saya adalah penikmat kopi, yang dalam hidupnya belum pernah melakukan pendakian. Saya sendiri mengetahui dunia pendakian hanya dari teman kuliah, sebenarnya sangat menyukai hal-hal yang berbau petualangan termasuk mendaki, tetapi dari beberapa percobaan di beberapa medan yang cukup menanjak seringkali fisik ini tidak bisa diajak kompromi.

Bagi para pecinta alam atau para penadaki mungkin tempat ini sudah tidak asing bagi mereka. Karena gunung Welirang-Arjuno juga memiliki tantangan tersendiri dari gunung-gunung yang lain.

Sebenarnya cukup mudah dan sangat ekonomis untuk menuju tempat ini. Baik menggunakan sarana angkutan umum maupun pribadi. Bila menggunakan angkutan umum, dari arah mana saja anda turun diterminal Pandaan, jalur Malang-Surabaya. Setelah di terminal Pandaan mencari kol , yaitu angkutan umum yang menuju ke arah Tretes. Tinggal menyebutkan lokasi, cukup tujuh ribu rupiah sekitar 15 menit anda sudah diturunkan di depan lokasi.

Sayangnya tempat perijinan pendakian gunung Welirang-Arjuno ini tidak begitu terlihat dari jalan luar, sebab tertutupi oleh warung-warung yang dibangun liar. Sangat disayangkan, seharusnya tempat ini terlihat jelas dari luar, sehingga tempat yang menyimpan potensi wisata ini bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat yang sebelumnya awam dengan dunia pendakian.

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , | 4 Comments »

Mengajarkan Pendidikan Seksual pada Anak?

Posted by laila sa'adah pada April 15, 2014

“….Pelecehan Seks Anak TK…” selasa, 15/4/2014, detik.com. Saya dibuat terperangah dengan berita tersebut. Karena pelecehan tersebut terjadi di sekolahan yang notabenenya termasuk sekolah berstandar internasional. Yakni sekolahan yang banyak diimpikan oleh para orang tua, dengan harapan sang anak memperoleh bimbingan, pengarahan dan perlindungan yang lebih baik dibandingkan dengan sekolah tanpa embel-embel internasional di belakangnya.

Yang ingin saya soroti di sini bukan tentang sekolahan berstandar internasional-nya, namun mengenai terjadinya pelecehan seksual yang terjadi pada anak tersebut.

Pada dasarnya pelecehan seksual pada anak-anak bisa terjadi di mana pun dia berada. Bisa di lingkungan sekitar rumah kita, di sekolah maupun di dalam ranah paling kecil dan seharusnya menjadi tempat paling aman yaitu keluarga.

Kenapa saya gambarkan demikian, karena anak-anak adalah obyek yang paling mudah untuk dimanfaatkan oleh pihak mana pun.
Bila melihat sangat rentannya anak-anak menjadi obyek pelecehan seksual, pertanyaan yang kemudian muncul bagaimana kita sebagai orang tua bisa menghindari kemungkinan terburuk ini agar tidak sampai terjadi pada anak-anak kita?

Tentunya untuk mengambil langkah yang preventif, kita sebagai orang tua tidak cukup hanya membentengi anak-anak kita pada institusi-institusi yang menurut kita paling aman sebagai lingkungan mereka. Seperti sekolahan yang mahal, tidak membolehkan anak-anak kita bermain di tempat tetangga, atau membatasi gerak anak-anak kita.

Tetapi lebih pada memikirkan bagaimana caranya anak kita bisa memiliki kesadaran bahwa setiap tindakan yang mengarah pada hal di atas, sang anak bisa mengetahui bahwa tindakan itu merupakan tindakan yang membahayakan dirinya.

Memberikan pendidikan seksual yang menurut saya bisa menjawab pertanyaan di atas. Memang selama ini pendidikan seksual pada anak-anak masih dipandang negatif bagi sebagian besar orang tua, karena membicarakan seputar seksual masih dianggap tabu.

Padahal pendidikan seksual pada anak-anak adalah menggaris bawahi pentingnya mengetahui fungsi pembentukan indentitas seksual pada anak-anak. Seperti kalau pada anak wanita mempunyai organ reproduksi berupa vagina, sedangkan laki-laki adalah penis. Yang mana keduanya adalah hal yang harus dijaga, merupakan hal yang istimewa sehingga tidak semua orang bisa menyentuh pada area tersebut, kecuali untuk kejadian tertentu seperti pemeriksaan oleh dokter.

Pengertian-pengertian seperti inilah yang saya rasa sangat penting diajarkan pada anak-anak kita. Bagaimana dia harus bisa menjaga area-area tertentu yang ada pada tubuhnya dari ancaman orang lain. Sehingga bila sampai kemungkinan terburuk ini terjadi, sang anak bisa langsung mengadu dan menceritakan pada orang tua atau gurunya. Tanpa rasa malu atau takut karena sebelumnya orang tua atau orang terdekat si anak sudah bersikap terbuka mengenai hal-hal seperti ini. Dan dapat segera diketahui oleh orang tua, saat ada hal seperti ini yang mengancam anaknya.

Semoga sedikit ulasan di atas bisa memberikan gambaran mengenai pentingnya mengajarkan pendidikan seksual pada anak. Dan bagi orang tua yang masih menganggap pendidikan seksual itu tabu diajarkan, bisa lebih terbuka.

Posted in Opini | Dengan kaitkata: , , , | 4 Comments »

Pantai Sakera di Pulau Bintan

Posted by laila sa'adah pada April 10, 2014

Hanya terlihat, seperti garis kelok sampai di ujung bukit. Muram pagi itu. Garis laut hampir tak terlihat karena hujan. Pantai Sakera itulah nama pantai yang saya kunjungi kali ini. Letaknya di Pulau Bintan.

Masih pukul sembilan pagi saat saya sampai di sana. Tetapi hujan tiba-tiba turun deras sehingga menyurutkan niat saya untuk berenang di pantai. Saya hanya memilih duduk-duduk di gazebo sekitar pantai sambil menikmati kelapa muda, menunggu hujan reda.

Memang di wilayah ini sering tiba-tiba hujan, dan panas kering. Sering tidak ada tanda-tanda seperti mendung yang diperlihatkan oleh alam. Hal ini tidak aneh bagi masyarakat sekitar karena memang daerahnya hampir sepertiganya merupakan lautan.

Pantai Sakera, yang namanya seperti dari bahasa Madura ini sangat terkenal di wilayah Bintan. Pantainya yang bersih, membuat nyaman bagi keluarga yang menghabiskan akhir pekan di sini. Pasir pantainya tidak terlalu putih atau hitam. Tetapi putih kecoklat-coklatan. Ombaknya rendah dan landai, seperti pantai-pantai di wilayah utara jawa. Sehingga cukup aman untuk berenang.

Pantainya relatif sepi di luar hari libur. Saat kami berkunjung ke sana serasa pantai ini hanya menjadi milik kami, saya suami dan anak saya. Sangat berbeda dengan pantai-pantai di pulau jawa, yang tidak pernah sepi dari pengunjung. Sehingga pantai ini benar-benar memberikan nuansa tenang, bagi pengunjungnya.

Ada beberapa warung penjaja buah kelapa muda yang buka walaupun di luar hari libur. Penjualnya adalah warga lokal, kebanyakan dari suku bugis. Kelapa muda yang ditawarkan juga relatif murah, hanya Rp.5000,- anda sudah bisa menikmati satu buah kelapa muda dan duduk di gazebo sederhana di pinggir pantai. Bila air laut pasang, kita bisa melihat air lautnya sampai di bawah gazebo-gazebo tersebut.

Beberapa perahu nelayan milik warga nampak berlabuh di sekitar pantai. Hanya satu, dua..tak lebih dari lima buah. Sehingga perahu tersebut tak lebih seperti hiasan pantai dari pada, berfungsi untuk melaut mencari ikan.

Bagi anda yang kebetulan pergi ke pulau Batam bisa mampir ke pantai ini. Bila anda dari bandara Hang Nadim Batam bisa naik taksi ke pelabuhan Punggur, kira-kira hanya memakan waktu 45 menit ke pelabuhan ini dg biaya Rp.75.000,-. Setelah itu anda bisa naik speed boat ke P.Bintan dg biaya Rp.35.000,-. Di pelabuhan P.Bintan anda bisa menyewa mobil untuk ke pantai sakera, atau naik ojek yang ada di sana. Hanya 40 menit sudah sampai di pantai sakera, menikmati keheningannya dan kesegaran buah kelapa muda di tengah-tengah semilir ombak pantai.

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , , | 2 Comments »

AKU PEREMPUAN

Posted by laila sa'adah pada Juli 25, 2009

Oleh: Del Lila

Patutkah aku benci menjadi perempuan karena budayaku,
Aku benci menjadi perempuan karena praktek agamaku
Aku benci menjadi perempuan karena ilmu yang telah kumiliki
Aku benci menjadi perempuan karena pengetahuanku,
Karena kebebasan itu sendiri,
Aku benci menjadi perempuan……patutkah?
Perempuan dalam kubangan, yang tak tahu harus dari mana diangkat, dari sudut mana didekati, dari sisi mana dilihat. Fisiknya belum tentu, psikisnya tidak juga, pikiran juga tidak bisa dijadikan patokan, karena dia bukan victim yang sebenarnya.

Lebih baikkah perempuan dibuat pintar ketika akhirnya harus dibodohi, akan sakit hatinya
Dibuat berani juga tak berarti ketika akhirnya dikungkung pada buih nasibmu, hatinya menangis
Teriakan semangatmu apakah tidak memberikan dendam kusumat….

Jangan kau bukakan jalan bagi kami karena kami bisa menembus dengan jalan kita sendiri….
Teruskan perjuanganmu kaum perempuan-perempuan yang tak pernah lelah dalam memperjuangkan apapun, politik, ilmu pengetahuan, ekonomi, atau hanya untuk sesuap nasi bagi anakmu…….
Hanya kamu yang tahu, hanya dirimu yang tahu akan jalanmu, nasibmu atas arti sebuah perjuangan bagi dirimu dan kaummu.

Kediri, 21 Mei 2008

Posted in My Poem | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

GANG MAKAM

Posted by laila sa'adah pada Juli 25, 2009

cobaOleh : U. Laila Sa’adah

Bintang berkedip-kedip bersama cahanya bulan yang terlihat temaram malam ini, awan gelap memang tak henti-hentinya melintas untuk menghapus jejak meraka. Malam ini terlihat sangat gelap, awan hitam dari tadi berusaha menguasai langit. Tidak hanya bintang dan bulan yang kalah, aku sendiri bertambah takut, bagaimana kalau giliranku belum datang hujan sudah turun.

Bisa ditaksir Anton pasti sangat lama sorogan ke pak ustadz. Sedangkan setelah Anton masih ada Pai, dan Ruri, masih tiga orang lagi semoga saja air yang dibawa awan-awan itu tidak segera ingin turun. Aku masih menatap langit di serambi depan langgar.

“Man masih lama ya?”
Tiba-tiba Andi duduk di sampingku.
“iyo, itu lihat masih ada Pai ma Ruri di belakang Anton, mengko tunggu aku yo, mosok aku muleh dewe”
“Santai Wae, sekalian nunggu Anton tho”

Aku hanya menundukkan kepala tanpa semangat.

Kita bertiga Anton, aku sama Andi memang seringkali pulang pergi berang untuk ngaji di langgar. Sebenarnya tidak ada kesepakatan atau perjanjian yang mengharuskan kita untuk berangkat atau pulang bareng. Atau ikatan persahabatan yang kuat sehingga Andi mau menunggu Anton atau aku untuk pulang bareng dari ngaji di langgar. Karena dikatakan sahabat kita juga bukan tiga serangkai yang sangat akrab, kita tidak pernah bermain bersama, apalagi mengerjakan tugas bersama seperti layaknya hubungan persahabatan.
Bahkan seringkali kita bertengkar hanya karena berebut barisan siapa yang harus di depan dan siapa yang di belakang, untuk melewati gang makam agar cepat sampai di rumah kami bertiga. Sekolah kami juga tidak sama, Anton yang dari keluarga berada lebih memilih ke sekolah unggulan dan mahal. Andi yang dari keluarga sederhana dan bisa dikatakan mampu memilih sekolah dekat dengan tempat bekerja ayahnya di pabrik rokok agar bisa sekalian berangkat dan pergi bersama.

Sedangkan bapakku hanya tukang becak yang tak tamat sekolah STM, hanya mampu menyekolah kan aku di sekitar desa kami saja.
Walaupun dikatakan ndeso tapi aku sudah merasa beruntung, karena selain sekolahannya dekat, dapat dijangkau dengan jalan kaki, juga tidak aneh-aneh, ada tarikan ini itulah atau masalah jam belajar yang terlampau lama. Aku jam 12 sudah pulang sekolah, bisa membantu mamak, ajak main adik, dan bermain-main sama teman sekolahku di lapangan.

Berbeda dengan Andi sama Anton mereka masih harus mengikuti les, sekolah mereka seperti trend sekolah saat ini full day school. Maka tidak ada deh waktu bermain bareng sama teman sebaya di sekitar rumah, liburan saja mereka ada kegiatan.

Belum lagi yang kadang aku dengar dari cerita mereka ketika di sekolah, ada tarikan uang kesehatan, laboratorium, pengembangan bahasa dan masih banyak ini dan itu. Yah memang  sekolah mereka di kota sih dengan fasilitas yang sangat bisa mendukung muridnya menjadi yang katanya bisa lebih pintar dan nilai yang memuaskan.

Kami hanya bertemu ketika mau berangkat ke langgar. Langgar tempat kami mengaji memang bisa dikatakan dekat dengan rumah. Hanya berjarak satu gang depan dari rumah kami, tetapi walaupun satu gang kami harus melewati makam umum warga. Sebenarnya terdapat jalan tanpa kita harus melewati gang makam, tetapi sangat jauh, harus memutar ke jalan utama desa yang bisa berjarak 3 km. Kalau melalui gang tidak ada 5 menit jalan kaki sudah nyampe deh.

Awalnya mereka berdua ketika pulang dari langgar habis isya’ di jemput oleh ayahnya tetapi seringkali mereka tidak dijemput akhirnya kami bertiga pulang sama-sama. Aku sendiri sebenarnya penakut, tetapi menjadi sangat berani karena tidak ada pilihan lain. Bapakku kadang pergi membecak dari pagi sampai malam, kalau aku takut tidak jadi berangkat ngaji dong. Kalau sampai terpaksa aku menunggu penjual bakso Sri Rejeki lewat makam. Menunggu di langgar sampai tukang bakso lewat dan pergi sama-sama deh.

Tapi lebih seringnya aku menjadi peserta lomba lari, dengan memulai membaca lafadz bismillahirrohmanirrohim, jantung mulai berpacu dengan keras dan aku berlari kencang tanpa menoleh ke kanan kiri. Sampai bagaimana caranya aku tidak bisa melihat andaikan ada orang di sepanjang gang yang aku lewati. Aku takutnya itu bukan orang sungguhan, itu hanya hantu cantik yang ingin menggodaku.

Aku tidak pernah menghitung waktu kecepatanku ketika berlari. Tetapi yang penting cepat sampai dengan selamat. Masih banyak orang-orang di desaku yang tiba-tiba menghilang ketika kelur rumah sore hari, katanya sich dibawa oleh gendruwo hiiii….
Akhirnya giliranku datang, dengan suara lantang aku memulai membaca Al-Qur’an, angudzubillahiminassyaitonirrojiim, bismillahirrohmanirrokhiim………..

*      *     * Baca entri selengkapnya »

Posted in Kumpulan Cerpenku | Leave a Comment »

Menjaga Alam Dengan Masyarakat Adat

Posted by laila sa'adah pada Juli 7, 2008

Oleh: Laila Sa’adah

DALAM berbagai buku sejarah seringkali Cristoper Colombus disebut sebagai bapak penemu benua Amerika, digambarkan bahwa dialah yang mulai menginjakkan kaki disana, banyak yang beranggapan bahwa pulau itu kosong dan tidak berpenghuni, sampai kemudian Cristoper Columbus datang. Pertanyaannya kemudian dari mana orang Indian itu muncul? Apakah mereka muncul setelah Cristoper Colombus mendarat disana? Saya kira pertanyaan itu tidak perlu kita jawab, sudah pasti orang-orang Indian adalah komunitas yang memang lebih dulu menempati benua tersebut. Sebagai penduduk lokal memang seringkali keberadaan mereka disingkirkan atau dihapuskan. Baca entri selengkapnya »

Posted in Opini | 3 Comments »